Bismillahirrohmanirrohiim
”Apabila seekor lalat jatuh ke dalam gelas salah seorang dari kalian, maka celupkanlah lalat itu lalu angkatlah (buanglah) karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap satunya terdapat obat.”.” [Shahîh al-Bukhârî, bâb Idzâ Waqo’a adz-Dzubâb fî Syarôbi Ahadikum, XI:99, hadîts no. 3073]
Seduhan kopi pernah di kunjungi lalat, dan tercebur, kopi masih ada setengah gelas. Ingat hadist tentang lalat, jadi tidak membuang kopi itu, melainkan saya membuang lalatnya, dan melanjutkan minum kembali.....Bukan karena jorok, tetapi karena hadist itu.
Khawatir sakit perut, tetapi ternyata tidak, malah sehat-sehat aja kok ? bahkan berhari-hari tetap sehat.
Kini saya tahu jawabannya, mengapa begitu ? karena konteks hadist tersebut lalatnya cuma satu, jika lalatnya ada 20 berenang di dalam kopi, maka sebaiknya buang saja kopi itu. karena kopi itu tidak termasuk dalam konteks hadist riwayat Bukhori tersebut.
Tak ada satu kejadian didunia ini tanpa sepengetahuan Allah SWT.
Wassalamualaikum Wr Wb
”Apabila seekor lalat jatuh ke dalam gelas salah seorang dari kalian, maka celupkanlah lalat itu lalu angkatlah (buanglah) karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap satunya terdapat obat.”.” [Shahîh al-Bukhârî, bâb Idzâ Waqo’a adz-Dzubâb fî Syarôbi Ahadikum, XI:99, hadîts no. 3073]
Seduhan kopi pernah di kunjungi lalat, dan tercebur, kopi masih ada setengah gelas. Ingat hadist tentang lalat, jadi tidak membuang kopi itu, melainkan saya membuang lalatnya, dan melanjutkan minum kembali.....Bukan karena jorok, tetapi karena hadist itu.
Khawatir sakit perut, tetapi ternyata tidak, malah sehat-sehat aja kok ? bahkan berhari-hari tetap sehat.
Kini saya tahu jawabannya, mengapa begitu ? karena konteks hadist tersebut lalatnya cuma satu, jika lalatnya ada 20 berenang di dalam kopi, maka sebaiknya buang saja kopi itu. karena kopi itu tidak termasuk dalam konteks hadist riwayat Bukhori tersebut.
Tak ada satu kejadian didunia ini tanpa sepengetahuan Allah SWT.
Wassalamualaikum Wr Wb